Pendekatan Bioekonomi
Rantai nilai yang utuh, dari bioprospecting hingga pasar.
Ilustrasi rantai nilai
Bagaimana bioekonomi menciptakan nilai sekaligus menjaga alam dan kesejahteraan.
Bioekonomi menghubungkan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan dengan inovasi, penciptaan nilai, dan kesejahteraan manusia, sekaligus menjaga kesehatan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Dalam berbagai rantai nilai, prinsip-prinsip tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan karakteristik setiap sektor, sehingga peluang ekonomi dikembangkan seiring dengan keberlanjutan ekologis dan manfaat yang inklusif.
| Tahap → | 01Bioprospecting | 02Produksi dan pasca panen | 03Proses dan pengolahan | 04Logistik warehouse | 05Pemasaran |
|---|---|---|---|---|---|
| Added value | Penemuan potensi varietas unggulan domestik | Peningkatan kualitas, kuantitas, dan daya jual produk hasil panen mentah dan produk sampingan | Peningkatan nilai berbagai macam produk olahan pangan baru dari sumber daya mentah Pemanfaatan sisa hasil proses pengolahan menjadi produk sampingan | Menjaga kualitas dan keamanan produk olahan dalam proses logistik | Penciptaan pasar produk olahan pangan berkualitas dan bernutrisi tinggi |
| Penerapan teknologi | Pengembangan dan pengujian mutu benih varietas | Transfer teknologi produksi dan pasca-panen produk pangan kepada masyarakat Peningkatan efisiensi produksi | Inovasi dan efisiensi pemanfaatan material, produk baru, dan produk sampingan | Pemanfaatan teknologi penyimpanan untuk menjaga kualitas dan nutrisi | Pemanfaatan teknologi dari produk untuk menjamin ketertelusuran Melakukan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi penyebaran informasi, pemanfaatan AI dalam targeted marketing |
| Peningkatan well-being | Pengakuan intelektual pengetahuan masyarakat lokal dan pembagian komersialisasi HAKI yang adil antara masyarakat dan industri | Peningkatan keahlian penanganan produk pasca-panen oleh petani dan masyarakat lokal | Diversifikasi produk olahan bermutu untuk konsumen yang minim limbah dan ramah lingkungan | Penanganan produk olahan yang aman dan berkelanjutan | Jaminan keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen dengan implementasi standar olahan pangan tertentu |
Peran kelompok masyarakat
Masyarakat sebagai mitra dalam menjaga alam dan menciptakan nilai bersama.
Pengembangan bioekonomi Indonesia bergantung pada pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan serta kesehatan ekosistem yang menopangnya. Masyarakat lokal, Masyarakat Adat, dan usaha skala kecil memiliki peran penting dalam mengelola sumber daya hayati, menjaga keanekaragaman hayati, menciptakan nilai ekonomi, serta membentuk rantai nilai dan tata kelola yang inklusif. Pengakuan terhadap peran tersebut penting untuk memastikan bahwa pengembangan bioekonomi mendukung keberlanjutan ekologis, pembagian manfaat yang adil, dan kesejahteraan jangka panjang.
- 1

Masyarakat sebagai Produsen Berbasis Komunitas
Produsen berbasis komunitas menopang bioekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab, praktik produksi yang mendukung keanekaragaman hayati, dan penciptaan nilai ekonomi lokal.
Kebijakan: Pemberdayaan melalui akses terhadap modal, akses terhadap pasar dengan harga yang wajar, serta pendampingan dan peningkatan kapasitas, termasuk adopsi teknologi.
- 2

Masyarakat sebagai Mitra Industri
Masyarakat berkontribusi pada industri berbasis hayati sebagai pemasok dan penyedia jasa, sementara pengadaan bahan baku yang berkelanjutan dan kemitraan yang adil membantu menjaga ketersediaan sumber daya serta memastikan penciptaan nilai yang inklusif.
Kebijakan: Penjaminan bagi hasil yang transparan dan adil, perlindungan posisi tawar dalam kemitraan, serta transfer teknologi dan keterampilan agar memenuhi standar mitra industri.
- 3

Masyarakat sebagai Penjaga Ekosistem
Masyarakat Adat dan masyarakat lokal berkontribusi dalam menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati, sehingga membantu mempertahankan sumber daya hayati dan fungsi ekologis yang menjadi fondasi pengembangan bioekonomi jangka panjang.
Kebijakan: Kepastian hukum akses lahan (tanah adat, TORA, perhutanan sosial), pengembangan kapasitas, dan akses pendanaan inovatif konservasi — donor, carbon credit, biodiversity credit, dan APBN.
Arah kebijakan pengembangan bioekonomi
Lima arah kebijakan utama.
Fondasi dan panduan untuk memajukan pangan, energi, kosmetik, obat-obatan, dan jasa lingkungan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, berdasarkan arah kebijakan bioekonomi Indonesia dan global.
- 1
Peningkatan Riset dan Inovasi
Memperkuat riset dasar dan terapan di bidang bioteknologi, terutama yang berhubungan dengan sektor pertanian, kehutanan, maritim, dan industri. Hasil riset ini diharapkan dapat mendorong inovasi dalam menciptakan produk-produk bioekonomi yang bernilai tinggi.
- 2
Integrasi dan Aplikasi Hasil Penelitian
Mengintegrasikan hasil penelitian bioteknologi ke dalam sektor industri, sehingga dapat diaplikasikan secara nyata dalam pengembangan produk dan teknologi. Ini bertujuan untuk menciptakan rantai pasok yang efisien serta meningkatkan nilai tambah bagi produk bioekonomi.
- 3
Pengembangan Komponen Pendukung
Menyiapkan komponen pendukung bioekonomi yaitu pengembangan infrastruktur, sumber daya manusia, dan pasokan bahan baku.
- 4
Penguatan Rantai Nilai Tambah
Membangun rantai nilai tambah untuk produk bioekonomi melalui pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai lebih tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Ini mencakup pengembangan produk-produk kompleks yang berbasis pada sumber daya alam Indonesia.
- 5
Mendorong Ekspor Produk Bioekonomi
Meningkatkan daya saing produk bioekonomi Indonesia di pasar global. Produk berbasis hayati, khususnya yang bernilai tambah tinggi, diberi insentif untuk diekspor guna meningkatkan perolehan devisa.
Tahapan menuju Visi Indonesia Emas 2045
Peta jalan bioekonomi, 2023–2045.
Peta jalan ini menguraikan pendekatan bertahap untuk pengembangan bioekonomi Indonesia menuju visi 2045, yang diselaraskan dengan periode perencanaan pembangunan nasional. Peta jalan ini menetapkan arah untuk memperkuat fondasi bioekonomi nasional, mendorong implementasi, serta mengembangkan kerangka pemantauan dan evaluasi untuk memandu kemajuan ke depan.
- 2023–2024RPJMN 0
- Perumusan fondasi bioekonomi di Indonesia (definisi, tujuan, prinsip)
- Inisiasi pilot project dan model bioekonomi
- 2025–2029RPJMN ISAAT INI
- Penyusunan strategic action plan bioekonomi Indonesia
- Pengembangan model-model bioekonomi untuk menjawab isu sosial, lingkungan, dan ekonomi
- 2030–2034RPJMN II
- Pengembangan klaster industri berbasis bioekonomi
- Komersialisasi produk bioekonomi
- 2035–2039RPJMN III
- Decade of action, akselerasi bioekonomi dalam memenuhi target-target strategic action plan
- Mid term review RPJPN Bioekonomi
- 2040–2045RPJMN IV
- Monitoring dan evaluasi secara mendalam dan menyeluruh
- Penyusunan strategic action plan pasca 2045
Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya
Pendalaman yang dibutuhkan untuk implementasi efektif.
- 01
Penyempurnaan ruang lingkup
Definisi yang jelas mengenai aktivitas yang dapat digolongkan ke dalam bioekonomi — termasuk posisi jasa lingkungan yang masih perlu didalami.
- 02
Strategic plan yang rinci dan praktikal
Target, indikator, dan tahapan implementasi yang terukur; regulasi baru (bioteknologi, insentif industri, tata kelola jasa lingkungan) dan penyesuaian regulasi antar sektor; proporsi peran pelaku usaha dengan pemerintah sebagai enabler.
- 03
Sistem traceability
Memastikan praktik yang bertanggung jawab dari hulu hingga hilir, sekaligus menjadi hub pelaku usaha berkelanjutan untuk koordinasi offtaker maupun produsen hulu.
- 04
Kawasan ekonomi berbasis hayati
Infrastruktur pengolahan biomassa yang terintegrasi dan pendekatan klaster industri hayati untuk efisiensi pengolahan, pengurangan biaya logistik, dan peningkatan skala ekonomi.
