Luas hutan Indonesia pada 2024 menurut Kementerian Kehutanan — penyedia potensial bahan baku pangan, bioenergi, obat-obatan, kosmetik, dan biomaterial. Sebagian kawasan hutan produksi masih belum produktif karena keterbatasan akses legal, infrastruktur, dan investasi.
29,6juta ha
Hutan Lindung
Kawasan hutan dengan fungsi perlindungan.
68,7juta ha
Hutan Produksi
Berizin 32,4 juta ha · tidak berizin 36,3 juta ha · 590 unit izin PBPH.
27,4juta ha
Hutan Konservasi
Kawasan pelestarian keanekaragaman hayati.
Indonesia memiliki…
Bagian dari kekayaan spesies dunia yang hidup di Indonesia.
Ikan dunia25%
Burung dunia17%
Reptil dunia16%
Mamalia dunia12%
Tanaman berbunga dunia10%
Skala batang 0–100%.
Laut: ruang yang masih besar.
±12
juta ton/tahun potensi lestari perikanan tangkap
7,3–7,4
juta ton/tahun rata-rata produksi perikanan nasional 2020–2024
2%
pajak rente + penutupan musim tangkap — studi kasus udang Laut Arafura
Bioekonomi dan pertumbuhan ekonomi
12,61% dari PDB nasional.
Kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada 2024, dengan nilai absolut Rp 2.791.428 miliar (BPS).
Distribusi PDB sektor (2024)
Persentase terhadap PDB nasional, diurutkan.
Pangan9,52%
Industri pangan (food & beverage processing)6,92%
Ekowisata3,90%
Akuakultur & perikanan2,51%
Farmasi1,78%
Pulp dan kertas0,67%
Jasa lingkungan0,62%
Produk kayu0,59%
Panjang batang relatif terhadap nilai tertinggi (9,52%).
Tren ekspor komoditas potensial bioekonomi (US$)
16,3miliar
Kimia hijau (kosmetik)
4,4miliar
Komoditas perikanan dan kehutanan
2,6miliar
Tanaman tahunan
949,2juta
Biofarmasi
662,5juta
Peternakan
460,2juta
Budidaya ikan
300,6juta
Perikanan tangkap
291,8juta
Tanaman semusim
19,5juta
Pengusahaan hutan
14,2juta
Tanaman hias
8,4juta
Pulp dan kertas
3,7juta
Produk kayu
2,2juta
Perburuan, penangkapan, dan penangkaran
1,7juta
Penebangan dan pemungutan kayu
Teknologi, riset, dan inovasi
Peringkat GII: 85 → 55.
Peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index (WIPO), 2020–2025. Semakin kecil angka, semakin baik. Pada 2024 Indonesia berada di peringkat ke-54 dari 133 negara.
HRST 2023: ±445.521 orang (≈1.596 per juta penduduk), ±95% di sektor pendidikan tinggi (BRIN).
Proyeksi skenario · bukan data terukur
Potensi bioekonomi hingga 2045.
+24%
PDB Nasional yang lebih tinggi pada tahun 2045
Rp 62,380 trilliun vs. Rp. 50,2 trilliun berdasarkan skenario BAU.
+40%
Nilai Tambah pada Tahun 2045
Rp 24.945 triliun dari kontribusi total PDB bioekonomi (5 klaster).
25,2B TonC
Cadangan lahan karbon
25,2 miliar TonC dengan IBI dibandingkan 11 miliar TonC tanpa intervensi pada tahun 2045.
93,5%
target penurunan emisi
83,0
indeks kualitas lingkungan hidup
+10% → +9%
kenaikan permintaan produk bioekonomi → kontribusi PDB