Langsung ke kontenINDONESIA
BIOECONOMY
INITIATIVE

Dampak & Data

Modal alam, ekonomi, dan inovasi — dalam angka bersumber.

Kondisi saat ini dari publikasi Inisiatif Bioekonomi 2025, dipisahkan dengan jelas dari proyeksi skenario 2045.

Potensi keanekaragaman hayati

95,5 juta hektar hutan.

Luas hutan Indonesia pada 2024 menurut Kementerian Kehutanan — penyedia potensial bahan baku pangan, bioenergi, obat-obatan, kosmetik, dan biomaterial. Sebagian kawasan hutan produksi masih belum produktif karena keterbatasan akses legal, infrastruktur, dan investasi.

29,6juta ha
Hutan Lindung

Kawasan hutan dengan fungsi perlindungan.

68,7juta ha
Hutan Produksi

Berizin 32,4 juta ha · tidak berizin 36,3 juta ha · 590 unit izin PBPH.

27,4juta ha
Hutan Konservasi

Kawasan pelestarian keanekaragaman hayati.

Indonesia memiliki…

Bagian dari kekayaan spesies dunia yang hidup di Indonesia.

Ikan dunia25%
Burung dunia17%
Reptil dunia16%
Mamalia dunia12%
Tanaman berbunga dunia10%

Skala batang 0–100%.

Laut: ruang yang masih besar.

±12
juta ton/tahun potensi lestari perikanan tangkap
7,3–7,4
juta ton/tahun rata-rata produksi perikanan nasional 2020–2024
2%
pajak rente + penutupan musim tangkap — studi kasus udang Laut Arafura

Bioekonomi dan pertumbuhan ekonomi

12,61% dari PDB nasional.

Kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada 2024, dengan nilai absolut Rp 2.791.428 miliar (BPS).

Distribusi PDB sektor (2024)

Persentase terhadap PDB nasional, diurutkan.

Pangan9,52%
Industri pangan (food & beverage processing)6,92%
Ekowisata3,90%
Akuakultur & perikanan2,51%
Farmasi1,78%
Pulp dan kertas0,67%
Jasa lingkungan0,62%
Produk kayu0,59%

Panjang batang relatif terhadap nilai tertinggi (9,52%).

Tren ekspor komoditas potensial bioekonomi (US$)

16,3miliar
Kimia hijau (kosmetik)
4,4miliar
Komoditas perikanan dan kehutanan
2,6miliar
Tanaman tahunan
949,2juta
Biofarmasi
662,5juta
Peternakan
460,2juta
Budidaya ikan
300,6juta
Perikanan tangkap
291,8juta
Tanaman semusim
19,5juta
Pengusahaan hutan
14,2juta
Tanaman hias
8,4juta
Pulp dan kertas
3,7juta
Produk kayu
2,2juta
Perburuan, penangkapan, dan penangkaran
1,7juta
Penebangan dan pemungutan kayu

Teknologi, riset, dan inovasi

Peringkat GII: 85 → 55.

Peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index (WIPO), 2020–2025. Semakin kecil angka, semakin baik. Pada 2024 Indonesia berada di peringkat ke-54 dari 133 negara.

Peringkat GII Indonesia 2020–20252020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025. Posisi GII: 85, 87, 75, 61, 54, 55. Innovation inputs: 91, 87, 72, 64, 54, 60. Innovation outputs: 76, 84, 74, 63, 67, 595060708090peringkat (1 = terbaik)202020212022202320242025Posisi GII 2020: 85Posisi GII 2021: 87Posisi GII 2022: 75Posisi GII 2023: 61Posisi GII 2024: 54Posisi GII 2025: 55Posisi GII 55Innovation inputs 2020: 91Innovation inputs 2021: 87Innovation inputs 2022: 72Innovation inputs 2023: 64Innovation inputs 2024: 54Innovation inputs 2025: 60Innovation inputs 60Innovation outputs 2020: 76Innovation outputs 2021: 84Innovation outputs 2022: 74Innovation outputs 2023: 63Innovation outputs 2024: 67Innovation outputs 2025: 59Innovation outputs 59

HRST 2023: ±445.521 orang (≈1.596 per juta penduduk), ±95% di sektor pendidikan tinggi (BRIN).

Proyeksi skenario · bukan data terukur

Potensi bioekonomi hingga 2045.

+24%

PDB Nasional yang lebih tinggi pada tahun 2045

Rp 62,380 trilliun vs. Rp. 50,2 trilliun berdasarkan skenario BAU.

+40%

Nilai Tambah pada Tahun 2045

Rp 24.945 triliun dari kontribusi total PDB bioekonomi (5 klaster).

25,2B TonC

Cadangan lahan karbon

25,2 miliar TonC dengan IBI dibandingkan 11 miliar TonC tanpa intervensi pada tahun 2045.

93,5%

target penurunan emisi

83,0

indeks kualitas lingkungan hidup

+10% → +9%

kenaikan permintaan produk bioekonomi → kontribusi PDB

Komoditas hayati Indonesia: kakao, pala, kelapa, kopi, kemiri, rumput laut, dan lanskap kepulauan

Catat tanggalnya

Indonesia Bioeconomy Initiative

Annual Summit 2026

Manusia. Alam. Peluang.

Bergabunglah bersama kami di Jakarta dalam Indonesia Bioeconomy Initiative Annual Summit 2026, sebuah pertemuan untuk menjelajahi jalur bioekonomi Indonesia yang bertanggung jawab serta menghubungkannya dengan pengalaman dan kemitraan global.

Tanggal
3 Desember 2026
Lokasi
Jakarta, Indonesia
Daftar (RSVP)